Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Pre-Operasi

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Kecemasan (ansietas) merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan pada individu dapat memberikan motivasi untuk mencapai sesuatu dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap harga diri atau identitas diri yang sangat mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan dikomunikasikan secara interpersonal dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan penting untuk upaya memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri (Suliswati, 2005).

Kecemasan merupakan hal yang akrab dalam hidup manusia. Kecemasan bukanlah hal yang aneh karena setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan. Kecemasan sangat berhubungan dengan perasaan tidak pasti dan ketidakberdayaan sabagai hasil penilaian terhadap suatu objek atau keadaan. Ansietas timbul sebagai respon terhadap stres, baik stres fisik dan fisiologis. Artinya, ansietas terjadi ketika seorang merasa terancam baik fisik maupun psikologis (Asmadi, 2008).

Tindakan operasi atau pembedahan merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. berbagai kemungkinan buruk bisa saja terjadi yang akan membahayakan pasien. Maka tak heran jika sering kali pasien dan keluarganya menunjukkan sikap yang agak berlebihan dengan kecemasan yang mereka alami. Kecemasan yang mereka alami biasanya terkait dengan segala macam prosedur asing yang harus dijalani pasien dan juga ancaman terhadap keselamatan jiwa akibat prosedur pembedahan dan pembiusan.

Respon kecemasan merupakan sesuatu yang sering muncul pada pasien yang akan menjalani operasi (pre operasi). Karena pre operasi merupakan pengalaman baru bagi pasien yang akan menjalani operasi. Kecemasan pasien pre operasi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dari faktor pengetahuan dan sikap perawat dalam mengaplikasikan pencegahan ansietas pada pasien pre operasi di ruang rawat inap.

Menurut Kaplan dan Sudock yang dikutip oleh Ummi Lutfa (2005), kecemasan pasien pre operasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pengalaman pasien menjalani operasi, konsep diri dan peran, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, kondisi medis, akses informasi, proses adaptasi, jenis tindakan medis dan komunikasi terapeutik.

Keperawatan pre operatif merupakan tahapan awal dari keperawatan perioperatif. Kesuksesan tindakan pembedahan secara keseluruhan sangat tergantung pada fase ini. Hal ini disebabkan fase pre operatif  merupakan awal yang menjadi landasan untuk kesuksesan tahapan-tahapan berikutnya. Kesalahan yang dilakukan pada tahap ini akan berakibat fatal pada tahap berikutnya. Pengkajian secara integral dari fungsi pasien meliputi fungsi fisik biologis dan psikologis sangat diperlukan untuk keberhasilan dan kesuksesan suatu operasi.

Efek kecemasan pada pasien pre operasi berdampak pada jalannya operasi. Sebagai contoh, pasien dengan riwayat hipertensi jika mengalami kecemasan maka akan berdampak pada sistem kardiovaskulernya yaitu tekanan darahnya akan tinggi sehingga operasi dapat dibatalkan. Pada wanita efek kecemasan dapat mempengaruhi menstruasinya menjadi lebih banyak, itu juga memungkinkan operasi ditunda hingga pasien benar-benar siap untuk menjalani operasi.

Suatu penelitian di Civil Hospital, Karachi, Pakistan, yang dilakukan oleh Masood Jawaid, et.al (2006) tentang kecemasan pre operasi di dapatkan bahwa rata-rata responden dalam keadaan cemas dengan nilai mean sebesar 57,65 dan standar deviasi sebesar 25,1. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa sebagian besar pasien pre operasi mengalami kecemasan karena takut dengan pembiusan atau anastesi.

Penelitian Sawitri (2004) yang meneliti pengaruh pemberian informasi pra bedah terhadap kecemasan pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Islam Kustati Surakarta, dari hasil peneitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah pasien yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 22,4%, dan sisanya  mengalami kecemasan sebesar 77,6%. Setelah diberikan  informasi sebanyak 34,5% tidak cemas dan sisanya 65,5% mengalami kecemasan.

Pada tahun 2005, Setiawan et.al melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian informasi (komunikasi terapeutik) terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan. Setiawan menyimpulkan bahwa kecemasan pasien pre operasi dipengaruhi oleh pemberian informasi (komunikasi terapeutik) itu terlihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84,6% responden mengalami kecemasan ringan, dan 15,4% responden mengalami kecemasan sedang. Namun setelah diberikan informasi (komunikasi terapeutik) sebanyak 92,3% responden mengalami cemas ringan dan hanya 7,7% responden yang mengalami kecemasan sedang.

Penelitian Kiyohara et.al (2004) menyatakan bahwa kecemasan pasien pre operasi tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan, pasien pre operasi yang baru pertama kali akan menjalani operasi memiliki kecemasan yang lebih tinggi dibanding dengan pasien yang datang untuk kedua kalinya atau lebih menjalani operasi.

Dari beberapa hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pasien pre operasi mengalami kecemasan. Di Rumah XXX penelitian serupa belum pernah dilakukan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien pre operasi di Rumah Sakit XXX Tahun 2010.

One thought on “Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Pre-Operasi

  1. Mr WordPress Desember 8, 2012 pukul 4:07 am Reply

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: